ASDP Resmi Berlakukan Penyesuaian Tarif di Lintasan Galala - Namlea dan Hunimua - Waipirit

Minggu, 06 Oktober 2024 | 18:47:45 WIB

Ambon – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) secara resmi telah mengumumkan penyesuaian tarif tiket terpadu penyeberangan di lintasan Galala - Namlea dan Hunimua - Waipirit di Ambon, yang mulai berlaku sejak Jumat (20/9) pekan lalu. Penerapan penyesuaian tarif ini merujuk pada keputusan Gubernur Maluku Nomor 1625 Tahun 2024 tanggal 28 Agustus 2024 mengenai penetapan tarif angkutan penyeberangan antar kabupaten/kota di Provinsi Maluku.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Shelvy Arifin, menjelaskan bahwa ASDP, bersama Pemerintah Provinsi Maluku dan seluruh pemangku kepentingan terkait, telah melakukan sosialisasi terkait penyesuaian tarif di dua lintasan penyeberangan yang dilayani oleh Cabang Ambon. Hal ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan penyesuaian tarif selaras dengan komitmen ASDP dalam meningkatkan kualitas layanan angkutan penyeberangan, yang memprioritaskan keselamatan dan keamanan pengguna jasa.

“Tarif penyeberangan yang berlaku saat ini masih berada di bawah Harga Pokok Penjualan (HPP). Ini menimbulkan sejumlah pertimbangan, termasuk tidak mencerminkan sepenuhnya biaya operasional yang diperlukan, sehingga perlu evaluasi untuk memastikan keberlanjutan dan peningkatan kualitas layanan penyeberangan,” ujar Shelvy.

Dalam periode 2015 hingga 2024, penyesuaian tarif hanya dilakukan satu kali pada tahun 2022 saat terjadi kenaikan harga BBM sebesar 32% (dari Rp 5.150 menjadi Rp 6.800). Faktor pendorong penyesuaian tarif penyeberangan meliputi kenaikan biaya operasional, seperti perawatan kapal, serta kenaikan harga suku cadang yang terjadi setiap tahunnya.

Selain itu, rata-rata inflasi tahunan yang mencapai 3,53% dan nilai tukar dolar AS yang naik sebesar 18% dari 2015 hingga 2024 juga berdampak signifikan pada biaya operasional. Hal ini berdampak pada kenaikan biaya impor suku cadang kapal karena nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS yang melemah, yang pada gilirannya meningkatkan harga barang impor, biaya perawatan, dan reparasi kapal, serta mendorong beban operasional perusahaan.

Tarif penyeberangan di lintasan Galala-Namlea sebelumnya masih 17% di bawah HPP, sedangkan tarif di lintasan Hunimua-Waipirit juga 32% di bawah HPP. Dengan penyesuaian ini, HPP di Galala-Namlea naik 4,2% dan di Hunimua-Waipirit naik 7%.

Kepala Dinas Perhubungan Maluku, Muhammad Malawat, menambahkan bahwa penyesuaian tarif ini dapat mendukung keberlanjutan operasional Badan Usaha Angkutan Penyeberangan dan Pelabuhan, sambil tetap menjaga keseimbangan perekonomian daerah. “Idealnya, HPP mendekati 100 persen, sehingga kami merasa penyesuaian ini perlu dilakukan,” ungkap Malawat.

Meski demikian, ASDP sebagai penyedia layanan tetap harus memastikan bahwa pendapatan yang diperoleh cukup untuk menutupi biaya operasional dan mendukung investasi berkelanjutan dalam infrastruktur dan peralatan. “Kami berharap penyesuaian ini dapat memperkuat operasional dan keberlanjutan bisnis Badan Usaha Angkutan Penyeberangan dan Pelabuhan, serta mendorong ASDP untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan daya saing dengan moda transportasi lain,” tambah Shelvy.

Terkini